29 March 2017

3 Hal Penting dalam Menulis Surat

menulis surat

Keterampilan berbahasa menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Sejak usia dini kita didorong memiliki kemampuan berbahasa, baik kemampuan berbicara maupun kemampuan menulis. Sejak memasuki tahap sekolah, di awal seolah dasar, seorang anak sudah harus dihadapkan pada keterampilan berkomunikasi untuk menyampaikan pendapat. 

Salah satu cara menyampaikan gagasan atau saran adalah dengan menulis surat. Ada berbagai jenis surat yang bisa dibuat. Hal ini tergantung konteks atau hubungan kebutuhan kita dalam membuat surat.

Komunikasi dalam bentuk surat menyurat adalah hal yang penting. Terlebih di dunia modern dengan fasilitas surat elektronik yang pasti harus dimiliki seseorang ketika memasuki gerbang di dunia maya.

Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan gagasan, ide, saran, pertanyaan, pernyataan kepada pihak lain agar pembaca surat mengetahui, memahami pikiran, perasaan, keinginan, kebutuhan, situasi, dan kondisi kita.

Fungsi surat secara umum adalah sebagai alat pemberitahuan, permintaan, alat pengingat, bukti riwayat pekerjaan, atau sebagai pedoman kerja.

Di kesempatan ini saya akan bahas 3 hal penting untuk diketahui dalam menulis surat.

A. Jenis Surat

Surat seperti halnya jenis tulisan lain memiliki jenis yang berbeda. Perbedaan ini disebabkan fungsi dan kegunaannya. Berikut beberapa jenis surat yang dikategorikan secara umum berdasarkan tujuan, fungsi, dan sifatnya:

Surat Keluarga
Jenis surat ini dibuat untuk keperluan komunikasi antar keluarga, misalnya antara anak dan orang tua atau sebaliknya, antara saudara, kakak, dan kerabat lain dalam lingkungan keluarga, sifat dari surat ini sangat sederhana dan akrab dengan bahasa yang basa dipakai di lingkungan keluarga.    

Surat Niaga
Surat niaga biasa digunakan oleh pelaku usaha, perdagangan, bisnis rumahan, dan bisnis niaga dengan cakupan yang lebih besar. Sifat dari surat ini baku. Karena konteksnya baku, maka surat jenis ini mengikuti aturan-aturan khusus yang berlaku sesuai norma lingkungan pekerjaan atau lingkungan usaha.

Surat Dinas
Sama halnya dengan surat niaga. Surat dinas dipakai sebagai sarana komunikasi kedinasan, misalnya di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, lingkungan iliter, atau pemerintahan atau swasta. Surat jenis ini sangat formal. Harus menggunakan aturan-aturan yang sangat baku, mulai dari kepala surat dan tanda tangan pembuat surat. Contohnya surat undangan rapat, atau surat pemberitahuan, dan lainnya.

Surat Organisasi
Dalam huungan sosial kita berinteraksi dengan banyak orang, juga komunitas sosial. Komunitas sosial bisa berbentuk organisasi yang tidak selalu mencari keuntungan  semata, tetapi bersifat aktivitas untuk membangun, memperjuangan suatu ide. Misalnya organisasi politik, organisasi lingkungan hidup, organisasi pendidikan, dan masih banyak yang lainnya. Sama saja. Jenis surat ini baku dalam penyampaiannya.

B. Bentuk Surat

Surat terdiri dari beberapa bagian surat. Surat dengan bentuk yang rapi, tertata dengan baik akan mencerminkan pembuat surat atau identitas pengirim surat.
Jika dalam surat keluarga bagian-bagian surat ini lebih sederhana, misalnya hanya mencakup tempat, tanggal, nama pengirim, alamat, tanda tangan. Maka dalam surat-surat formal bagian-bagian surat ini ditambah dengan unsur lain.

Bentuk sebuah surat secara umum bisa dilihat jika mencakup beberapa hal sebagai berikut:

Kepala surat
Kepala surat menunjukan identitas suatu lembaga atau organisasi. Surat-surat ini menggunakan kop surat berisi logo, simbol dari pemilik lembaga atau organisasi terkait.

Tempat dan tanggal surat
Tempat menunjukan lokasi surat dibuat. Tanggal menunjukan waktu saat surat dibuat. Kedua hal ini sangat penting ditulis di surat formal, diletakan di sudut atas kiri, ada juga peletakan di kanan atas surat.

Fungsi mencantumkan tempat dan tanggal surat adalah akan terasa jika berhubungan dengan persoalan atau masalah yang segera harus diselesaikan oleh kedua belah pihak, baik berupa perjanjian atau pelaksanaan sebuah kegiatan.

Nomor surat
Nomor surat memudahkan pengarsipan surat, baik surat yang dikirim atau surat yang diterima. Arsip surat mencerminkan sebuah lembaga dan organisasi sebagai ketelitian atas pekerjaan, kegiatan, hubungan dengan lembaga lain.

Lampiran
Adakalanya sebuah surat disertai dengan lampiran berkas untuk melengkapi surat yang dikirim. Maka di surat dicantumkan jumlah berkas lampiran yang disertakan dalam surat.

Hal
Hal atau perihal surat berisi hal pokok dari surat yang dikirim. Sebaiknya mengandung intisari dari keseluruhan isi surat. Perihal ini memberikan gambaran maksud dan tujuan surat.

Alamat
Alamat di sini berbeda dengan tempat pembutan surat di atas. Alamat di sini maksudnya adalah alamat yang dituju kepada siapa, kemana surat akan disampaikan. Misalanya surat yang diajukan kepada suatu kantor harus ditujukan kepada pejabat yang berwenang yang ada di kantor tersebut. Misalnya kepala, direktur, atau ketua sebuah organisasi.

Salam pembuka
Salam pembuka adalah salam pendahuluan yang menyatakan penghormatan kepada penerima surat. Salam pembuka juga menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan. Salam pembuka memberikan nilai positif terhadap hubungan sosial kedua belah pihak.

Pembuka surat atau paragraph pembuka
Pembuka surat atau paragrap pembuka berisi pengantar awal sebelum memasuki pokok dari permasalahan yang hendak disampaikan dalam surat. Paragraf pembuka harus bersifat lugas, sederhana, dan efektif.

Isi surat
Masalah yang ingin disampaikan ditempatkan pada isi surat. Di sinilah gagasan pokok hendaknya ditulis jelas , maksud, tujuan, manfaat, fungsi, dari sebuah persoalah disampaikan. Ditulis lugas, dan mampu memberikan gambaran secara jelas gagasan pembuat surat.

Penutup surat
Ini adalah paragraph penutup surat. Pada bagian ini tidak ada uraian masalah lagi. Kata-kata penutup berfungsi  sebagai harapan, penegasan, dan pernyataan sesuai adat yang berlaku.. Contoh; “Menunggu jawaban Saudara dengan segera. Terima kasih”.

Salam penutup
Pada bagian inilah surat ditutup. Biasanya digunakan kata-kata hormat saya, hormat kami, wassalam. Gunakan kalimat penutup yang wajar dan tidak bertele-tele.

Tanda tangan
Bubuhi tanda tangan pada bagian akhir surat. Ini memberikan kesan bahwa sebuah surat disampaikan secara terbuka dari pihak pengirim. Di bagian ini biasanya ada nama jelas, pangkat atau jabatan. Ini juga berlaku di surat elektronik.

Tembusan
Tembusan berguna untuk meneliti surat yang dilakukan pihak lain di alamat lain sesuai surat tembusan. Kode yang sering digunakan adalah “CC”.

C. Bahasa Surat

Mengapa harus bahasa?

Berbahasa yang baik dan benar berarti berkomunikasi sesuai konteks. Salah menyampaikan bahasa bisa jadi menjadi aneh. Apa yang terjadi bila kita membuat surat untuk adik kita di awali dengan tulisan “Dengan Hormat”, atau sebuah surat yang disampaikan dalam konteks kedinasan, lalu di awal paragraph kita tulis “Halo Bro!”?

Bahasa surat atau bahasa tulisan harus menggunakan kata-kata yang jelas dan menghindari salah tafsir ata salah paham. Kesalahan seperti ini dapat menjadi masalah baru yang mengakibatkan kerugian pada pembuat surat.

Bahasa mencerminkan kepribadian. Bahasa surat sebaiknya disusun rapi, tertata, sopan, jelas, dan efektif. Sesuaikan pemilihan kata-kata dengan masalah yang akan disampaikan.

3 hal penting yang saya uraikan adalah hal dasar yang sebaiknya selalu diperhatikan dalam menulis surat. Sebab apa boleh buat kapan dan dimanapun pasti kita pernah atau dituntut untuk bisa membuat surat sesuai konteksnya.

28 March 2017

Tema Pendidikan dalam Novel “Black Magic Teacher” (2008)

gambar latar hipnotis

Kebanyakan orang sudah tahu apa hipnotis. Tetapi dulu saya tidak paham apa hipnotis. Mencoba mencari informasi dari berbagai sumber dan mempraktikannya secara otodidak akhirnya mulai mengerti dan mencoba menerapkannya dalam dunia pendidikan.

Salah satu pengalaman saya sisipkan dalam sebuah novel yang pernah saya tulis tahun 2008 silam. Jenis hipnotis ini adalah Hypnotherapy (Hipnoterapi).

Hipnoterapi adalah satu bentuk terapi pikiran dengan menggunakan metode hipnosis. Hipnosis adalah metodenya, sedangkan hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis.

Hipnosis adalah cara dilakukan hipnotis untuk membawa seseorang (suyet) memasuki kondisi relaksasi agar bisa masuk ke alam pikiran bawah sadarnya untuk kemudian diberikan sugesti positif.

Manfaat dari hipnoterapi dapat membantu mengatasi berbagai gangguan pikiran dan emosi, dan juga berbagai kasus lainnya seperti, meningkatkan rasa percaya diri, membebaskan diri dari rasa grogi ketika melakukan presentasi, mengalami depresi, menetralisir rasa sakit hati, dan berbagai kasus lainnya yang berhubungan dengan pikiran atau emosi.

Pada kesempatan ini saya tidak akan membahas terlalu dalam tentang hipnotis. Namun lebih kepada berbagi cerita yang menjadi pengalaman pribadi saya saat mengajar di sebuah sekolah menengah di tempat saya tinggal. Lalu dengan media novel saya bisa menyampaikannya.

Catatan utama dalam bahasan ini adalah mengenai tema pendidikan dalam sebuah novel Indonesia. Tema pendidikan memang banyak diangkat ke dalam sebuah cerita dalam bentuk novel. Berbagai sudut pandang untuk menyiasati isi dan perjalan kisah tokoh dari awal hingga akhir telah dibuat dengan cara yang menarik untuk dibaca.

Seperti dalam novel “ Black Magic Teacher” (2008) karya Deni Irwansyah. Tema pendidikan menjadi dasar cerita dalam kapasitas dan sudut pandang yang berbeda dengan novel pendidikan lainnya. Keunikannya adalah secara langsung mengungkap strategi pembelajaran kelas dengan metode di luar pakem kurikulum pendidikan. Metode yang diterapkan adalah Hipnoterapi, yang sejak awal saya uraikan.

Di bawah ini penggalan dari salah bagian novel tersebut:
Tidak ada yang kebetulan, yang ada hanyalah serangkaian rencana disertai keberuntungan. Pernyataan ini sering terngiang di telinga saya, awal mulanya dari seorang teman yang belajar filsafat di sebuah sekolah tinggi seni di Bandung.

Dalam kacamata seni, pendidikan adalah seni, seni mendidik dan seni mengajar, dan juga seni berkarya, dan dalam pandangan saya sebagai seorang pendidik, seni dapat direncanakan menjadi sebuah bangunan pendidikan, paling tidak untuk diri sendiri. Seperti yang saya temukan ketika mengelola sebuah kelas. Saat itu pelajaran diawali dengan serentetan pertanyaan, apakah yang disebut imajinasi, pikiran, sukma, dan kesurupan di dunia mistik.

Banyak jawaban yang terungkap dari para siswa yang secara bersemangat mengikuti pokok bahasan tentang olah sukma di bab teater, pada mata pelajaran Pendidikan Seni. Saya mencoba metode hypnotherapy, sebuah teknik terapi relaksasi dengan cara menghipnotis kliennya, tentunya dengan berbagai tujuan yang ingin dicapainya, seperti konsentrasi, kesembuhan penyakit, dan lain sebagainya.

Itu di dunianya. Bagaimana dengan saya yang berada di sebuah kelas formal, di antara siswa remaja yang masih mentah dan samar melihat dunia nyata? yang saya pikirkan adalah saya harus mempraktikan metode tersebut secara total.
Satu siswa saya ajak untuk bekerjasama melaksanakan kegiatan ini, siswa lain, memperhatikan dengan seksama apa yang akan terjadi.’…Saat ini kita sedang berada di tepi sungai, sungai yang lebar dan luas, kita memancing bersama, hanya kita berdua, memancing, dan memancing ikan yang besar...’.

Kata-kata tersebut saya ucapkan berulang-ulang, lalu satu dua orang siswa lain ikut menjadi peserta, hingga jumlahnya hampir setengahnya. Saya berikan alunan musik yang lembut terkadang keras. Hingga suasana berubah menjadi sebuah “kegilaan”, bahkan sempat membangunkan amarah guru lain di kelas sebelah hingga meminta saya untuk mengurangi kegaduhan akibat kegiatan kelas tersebut karena ruang kelas yang tidak kedap suara.

Ruang kelas yang kedap suara? saya pikir tidak bisa seperti itu, karena semuanya bukan sesuatu yang kebetulan. Apa yang saya lakukan adalah sebuah tujuan yang harus saya hubungkan dengan tujuan pembelajaran, bahkan kurikulum, tentunya saya bukan guru penyihir yang bisa menyulap semuanya menjadi seperti yang saya inginkan dengan sekejap, saya hanya guru yang merencanakan pembelajaran dengan sedikit keberuntungan.
...
-”Black Magic Teacher” Bab 5, Novel Pendidikan karya Deni Irwansyah (2008)

Jika kita masih berpikir bahwa strategi mengajar dan pembelajaran masih harus dibatasi oleh metode kurikulum secara umum. Maka isi novel ini menggambarkan bahwa guru hanya perlu mengandalkan sedikit kreativitas, sehingga belajar di kelas bisa menjadi menyenangkan dengan cara-cara di luar konteks pendidikan. Hal itupun adalah sebuah kewajaran.

Sebuah tema pendidikan dalam sebuah novel yang faktanya menjadi inspirasi para guru lain untuk mencobanya.

26 March 2017

Metode S.T.O.P Menulis Artikel Blog untuk Pemula


Metode S.T.O.P Menulis Artikel Blog untuk Pemula

Menulis adalah kegiatan kreatif. Menulis adalah cara terampil untuk mengekspresikan gagasan, pendapat, ide, opini, pikiran, dan perasaan dengan media bahasa. Bahasa yang disampaikan dibuat secara teratur, sistematis, sederhana, dan mudah dipahami oleh pembaca.  

Kegiatan menulis bukan hal yang mudah. Memang.
Diantaranya saat kita dihadapkan dengan bagaimana memulai. Berbagai metode, cara,  teori kita siapkan. Tetapi masih saja sulit untuk mengawalinya.

Keterampilan menulis harus dilakukan dengan pembiasaan.  Hal inilah yang dibutuhkan dalam menulis. Apapun alasannya hal yang tidak biasa sulit menjadi bisa. Bukan hanya mengandalkan bakat atau pendidikan, tetapi memang harus direalisasikan lewat kerja nyata.

Saat pertama kita memiliki keinginan untuk menulis, hal yang biasa menjadi halangan adalah begitu sulitnya memulai. Apa yang menjadi kendala? pertanyaan yang juga hadir adalah mana teorinya?
Akan tetapi daripada kita terus berpikir dan berpikir tentang cara dan teori, alangkah baiknya kita lakukan saja sebuah pola mendasar yang akan saya uraikan dalam artikel ini.

Berdasarkan tujuannya, ada beberapa macam kategori dan jenis menulis.  Salah satunya adalah menulis artikel.Jika dikelompokan ada beberapa langkah  umum dalam kegiatan menulis. Termasuk dalam menulis artikel untuk blog.

Berdasarkan pengalaman, saya mencoba merangkum dan menerapkan empat  hal sebagai berikut.
Cara sederhana ini terdiri dari empat langkah dasar pekerjaan menulis. Tahapan dalam metode tersebut adalah Simpan/ Save, Tulis/ Take to Writing, Olah/ Organisasikan/ Organizing, dan Publis/ Publish or Posting (STOP). STOP di sini bukan berarti stop atau berhenti menulis. maknai saja, STOP di sini adalah stop!, berhenti untuk terus berpikir dan berpikir tentang teori. Tulis.


Metode STOP untuk Artikel Blog

Baiklah kita kaji apa yang dimaksud dengan metode STOP. Berikut saya uraikan  langkah-langkahnya:

Langkah 1: Simpan/ Save (S)

Simpanlah informasi apapun yang anda dapat. Informasi ini bisa berasal dari berbagai macam sumber:
1. Bahan bacaan yang berupa, buku, koran, internet.
2. Obrolan dengan teman, tetangga, teman kerja, keluarga
3. Pengalaman pribadi kita; pengalaman terkini, pengalaman masa lalu
4. Pengalaman orang lain
5. Workshop, seminar, pelatihan

Dengan menyimpannya kita sudah membangun bank data yang berisi bahan-bahan untuk tulisan kita.
Sama benarnya seperti yang diungkapkan seorang pakar menulis,

“From the moment I decided to get serious about this writing gig—around the time
I got my fourth rejection slip—I immediately started researching the business, the craft,
and the industry, buying every writing-advice book I could get my hands on, listening to
grizzled veterans at conferences, and browsing the Internet for articles when I wasn’t
writing.”
Write Good or Die, Scott Nicholson - 2010

Jadi jika anda serius untuk menulis. Mulailah untuk segera mengkaji, meneliti, melakukan obervasi, mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, buku, internet, workshop, seminar,dan segala hal yang membuat wawasan kita bertambah., dan kita harus  menyimpannya. Begitu kira-kira makna dari sisipan ungkapan di atas.

Langkah 2: Tulis/ Take to Writing (T)
Tulis saja. Lebih rincinya, jika kita mampu hanya dengan menulis satu huruf saja. Tulis satu huruf di lembaran media tulis kita. Jika kita mampu menulis hanya satu kata. Tulis satu kata. satu kata, satu kalimat, satu frase, satu paragraph. Selanjutnya kita akan melihat (sebuah tulisan yang acak) berisi gagasan yang tidak menentu. Tak apalah . Hal terpenting adalah kita sudah melihat sebuah bentuk nyata meskipun belum sepenuhnya rapi. Lihat ngawur kan tulisan awal kita? dan tahap berikutnya yang akan menentukan bagaimana dan kemana arah tulisan kita menjadi sebuah karya.

TULIS

Langkah 3: Olah/ Organisasikan/ Organizing (O)
Di tahap inilah  kita mulai bekerja lagi. Mengolah catatan atau artikel yang acak secara tata bahasa tadi untuk kita jadikan  sebuah karya manunggal. Dalam tahap Olah/ Organisasikan/ Organizing pekerjaan kita adalah menyunting kata demi kata, kalimat, paragraf, hingga keseluruhan bentuk nyata artikel kita. Jangan lupa juga memperhatikan kesalahan ejaan adalah pekerjaan dasar dari tahap Olah. Mengolah, mengedit, mengorganisir tata bahasa dan ejaan jangan pernah dibaikan.

Langkah 4: Publis/ Publish or Posting
Ini adalah tahap saat anda merasakan hal unik. Jangan menganggap ini hal kecil. Terkadang hanya beberapa detik saja kita melirik tombol publis dan akan menekannya, secepat itu pula bisa jadi kita kembali menahan diri untuk tidak melakukan. Deg-degan, takut tidak ada yang membaca, takut dikritik, membayangkan artikel anda tidak layak, atau hal lain yang muncul di pikiran dan perasaan kita. STOP. Jika memang artikel kita sudah sepenuhnya rampung, tidak ada kata lain yang lebih baik kecuali kata Publikasikan, Posting.

Lihat, blog anda sudah berisi artikel anda kan? Mudah dan sederhana.  Silahkan anda bagikan di media sosial, ajak teman untuk membaca, ajak rekan untuk berdiskusi tentang isi dari artikel anda.
Cukup mudah kan?

25 March 2017

Distorsi Makna dalam Kata "Gratis" dan “Free”

Distorsi Makna dalam Kata "Gratis" dan “Free”

Di abad milenium istilah ini seolah menjadi ikon penting bahkan menjadi ‘selebritis’ kata, dimanapun kita berada, di dunia nyata ataupun  di belahan dunia maya. 
Pembaca yang baik hati, pasti tidak asing dengan kata ini. “Gratis” dan “Free”. 
Sebenarnya apa makna dari istilah tersebut?

Distorsi sendiri mengandung arti pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dan sebagainya; penyimpangan untuk memperoleh keuntungan pribadi, tidak jarang orang melakukannya terhadap fakta yang ada.
                                          
Cukup sebut atau tulis satu kata. “Gratis”. Maka, pasar, sekolah, blog, website, tempat kursus, warung kopi, kantor, lapangan parkir dan berbagai macam yang ditempeli embel-embel “Gratis” dalam hitungan jam, menit, bahkan detik segera penuh sesak dengan orang-orang yang memiliki ikatan kepentingan dengan kata tersebut.

Pada kesempatan ini saya juga ingin berbagi kata dengan cara yang gratis.
Berbagi kata dengan makna yang gratis.

Dalam ilmu kebahasaaan. Di dalam salah satu kamus, kata  “Gratis” dibagi menjadi dua suku kata pengucapan; gratis/gra.tis/. Arti kata tersebut adalah
cuma-cuma (tidak dipungut bayaran).

Kita coba gabungkan dengan unsur lain seperti ini; menggratiskan/meng.gra.tis.kan atau digratiskan/di.gra.tis.kan. Kalimat ini penggunaannya bisa bermakna menjadikan gratis, contohnya, "meskipun kami sudah 'menggratiskan' sebagian tiket, tapi kami masih tetap rugi.”

Dalam bahasa Inggris padanan kata tersebut adalah:
-free (gratis, bebas, lepas, kosong, luang, terluang)
-complimentary (gratis, yang berisi pujian, bersifat memuji)
-free of charge (gratis, bebas biaya)
-costless (gratis)
-gratuitous (serampangan, perdeo, percuma, cuma-cuma, gratis, tidak beralasan)
-scotfree (tanpa hukuman, yang tidak dibea, gratis)
-complimental (yang berisi pujian, bersifat memuji, gratis)
-no charge (gratis)
Anda buat sendiri kalimat yang sesuai dengan kata-kata di atas.

Setelah kita bongkar makna dari kata tersebut maka kita lakukan simulasi.
Coba ketik di Mbah Google seperti contoh screenshoot di bawah ini;

hasil pencarian kata "Gratis" di Google

Dua milyar setengah lebih pencarian. Fantastis kan? Pertanyaannya apa yang mereka cari dengan kata ‘“Gratis”? Kuliah gratis? Sekolah gratis? Makanan gratis? Tempat rekreasi gratis? Hotel gratis? Nonton gratis? Buku gratis? Pulsa gratis? Mati gratis?? Hee…

Perhatikan juga hasil pencarian dalam bahasa Inggris “Free”.

hasil pencarian kata "Free" di Google

Apa yang dicari? Free download? Free movie? Free hotspot? Free picture? Free hosting? Free software? Free vector? dan masih banyak lagi “Free” yang dicari dalam hitungan detik itu.
Tapi apapun yang dicari sudah tentu ada tujuannya.

Jika anda adalah orang tua dari seorang anak yang tengah bersekolah di SMA, misalnya, apa yang anda rasakan jika dalam sebuah rapat kepala sekolah mengumumkan bahwa tahun ini sekolah gratis! Bebas biaya bulanan, dan bebas biaya-biaya lainnya.

Jika anda seorang pemilik toko dengan pengunjung yang bisa dihitung jari setiap harinya. Lalu anda “menggratiskan” salah-satu barang yang banyak dibutuhkan konsumen. Lihatlah hasilnya. Meski anda harus mendapat resiko lain dari cara seperti ini. Stok habis atau justru barang lain yang tidak pernah dilirik orang menjadi  laris.

Sebenarnya istilah “Gratis “ ini sudah lama menjadi bagian dari ungkapan harian. Silahkan anda perhatikan kata-kata bijak yang berisi kata “Gratis” di bawah ini.

“Bagi pria muda, istri adalah kekasih untuk bercinta. Bagi pria dewasa, istri adalah teman untuk diskusi. Bagi pria tua, istri adalah perawat yang gratis.”
 - Francis Bacon

“Kejujuran itu gratis, sementara ketidakjujuran selalu berbayar.”
- Michael Josephson

“Tak ada tikus yang tidak berkumis. Tak ada keuntungan yang datang gratis, semuanya harus dibayar.”
- Putu Wijaya

Inti dari catatan ini adalah sebuah kata akan mampu merubah situasi walaupun berbalik dengan maknanya, sangat cepat meskipun harus dibayar dengan nilai yang tinggi dengan segala perangkat persiapannya.

Saya jadi berpikir, tidak ada kata yang lebih mahal penerapannya daripada kata “Gratis”.

20 March 2017

Louis Vuitton, Selembar Kisah Pahit Perancang Berbakat dalam Kotak Koper Kulit Mewah di Kota Paris


Bayangkan anda berjalan di trotoar kota. Rasa percaya diri menyelinap dari diri anda karena pakaian yang wangi dan wajah yang segar. Sumber yang paling nyata rasa percaya diri itu hadir dari sebuah tas di tangan anda. Jalanan yang ramai seolah milik anda sendiri. Anda merasakan tatapan dari orang-orang di sekitar anda bukan kepada anda, melainkan pada tas anda yang berlogo LV.

Setiap zaman berubah ditandai dengan dinamika kebudayaan dan kelangsungan kehidupan sosial di berbagai belahan dunia. Begitu pula lahirnya ikon LV telah menjadi bagian dari kisah personal yang mampu mempengaruhi aktivitas kolektif di zamannya bahkan sampai kini.

LV atau Louis Vuitton adalah produk Louis Vuitton Malletier yang merupakan sebuah kelompok perusahaan internasional yang terletak di Paris, Perancis. Awal perusahaan ini dibuka pada tahun 1854 di Paris oleh seorang perancang tas bernama “Louis Vuitton”.

Perusahaan ini berkembang bukan sebagai produsen tas saja. Secara umum juga menghasilkan berbagai macam produk barang mewah, dalam bentuk tekstil.

Jalan Berliku Vuitton Menuju Paris

Louis Vuitton, lahir pada 4 Agustus 1821 di Anchay, Jura, wilayah Perancis Timur. Ia adalah anak pembuat topi. Legenda mengisahkan bahwa anak muda Vuitton meninggalkan rumah pada usia 13.

Vuitton berjalan kurang lebih sejauh 469 km. Perjalanan yang membuatnya lelah. Louis berangkat meninggalkan rumah sendirian dengan berjalan kaki, kota tujuannnya adalah Paris. Kurang lebih dua tahun, ia menjalani pekerjaan apa saja hanya untuk makan. Hidup di sepanjang jalan dan tinggal di mana pun hingga dia bisa menemukan tempat berlindung.

Berhenti di sepanjang jalan untuk bekerja dan mendapatkan makanan adalah untuk bertahan hidup. Kemiskinan merambah Paris pada saat itu. Membuat dirinya harus menjalani kehidupan yang jauh dari layak. Kemiskinan meluas di Paris yang disebabkan oleh revolusi industri. Perjalanan panjang Vuitton dari Anchay ke Paris baru tiba pada tahun 1837, pada usia 16.

Tiba di kota ia mendapatkan pekerjaan sebagai pekerja harian di bengkel sukses Monsieur Marechal, pembuat kotak pakaian dan barang busana secara kustom.

Bepergian dengan kuda, kereta api dan kapal seperti yang dilakukan masyarakat pada masa itu, terkadang membuat barang dalam paket kotak sering diperlakukan secara kasar, dilemparkan bahkan disalahgunakan, sehingga dipakailah kotak yang kuat untuk melindungi barang-barang itu. Hal ini penting demi keamanan, termasuk mengunci kotak itu dan memastikan bahwa itu tidak mudah bagi pencuri untuk membobol kunci.

Selama bekerja Louis Vuitton menunjukkan bakat besar bagi profesi barunya. Dia hidup bersama perusahaan Monsieur Maréchal selama 17 tahun sebelum mendirikan toko sendiri di Paris.



Di Eropa abad ke-19, kotak pakaian dan kemasan adalah produk kerajinan yang sangat terhormat dan sopan. Di dalam kotak yang dibuat secara manual itu barang-brang berharga disimpan rapi. Hanya butuh beberapa tahun bagi Vuitton untuk membaca trend mode di Paris pada saat itu. Lalu menciptakan barang berkelas yang kelak menjadi barang siap pakai bernilai tinggi. Sebuah kotak dibungkus kulit, menjadi koper atau bagasi.

Pada tahun 1854, pada usia 33, Vuitton menikahi gadis usia 17 tahun, Clemence-Emilie Parriaux. Segera setelah menikah, ia meninggalkan toko milik Marechal, dan membuka sendiri bengkel bagasi dan kemasan kotak di Paris.

Setelah pembentukan kembali Kekaisaran Perancis di bawah Napoleon III,
Vuitton dipekerjakan sebagai pembuat kotak pribadi dan packer untuk Ratu Perancis,
Eugenie de Montijo. Dia menyebutnya "Beaux vêtements d'une manière exquise"
(kotak pakaian yang paling indah dengan cara yang indah).

De Montijo membuka jalan menuju klien elit dan royal lain yang memberinya
pekerjaan untuk sisa karirnya. Wanita dan tas rasanya sulit dipisahkan. Tak heran
jika seorang wanita bisa membeli lebih dari satu tas dalam satu bulan,
bahkan satu minggu.

Toko Vuitton terbilang sangat sukses, pesanan datang dari orang kaya dan terkenal dari Paris dan dari seluruh dunia. desainnya Vuitton memiliki ciri unik dan jauh berbeda dari para pesaingnya. Tahun 1858 Vuitton menggantikan kotak kayu tradisional yang berat saat itu dengan koper yang lebih dan praktis dengan rancangan kanvas kulit khusus. Vuitton adalah bapak inovasi koper modern.

Koper kanvas sukses secara komersial dalam bentuk penjualan langsung, produk ini lebih ringan dari kotak kayu, tahan air dan lebih mudah untuk menyimpan pakaian dan barang lainnya. Setahun kemudian Vuitton memperluas tokonya. Membuka workshop di Asnières, sebelah Timur Laut dari Paris untuk menghasilkan barang.

Dari 1870-1871 Louis Vuitton bersama masyarakat Perancis lainnya telah banyak menderita selama Perang Perancis-Prusia, juga pengepungan Paris dan perang sipil berdarah yang menghancurkan Kekaisaran Perancis.

Bagi Louis Vuitton, keadaan ini sama saja berupa kehancuran karya, kreativitas, toko, dan hilangnya perlindungan dari keluarganya di Perancis. Akan tetapi usahanya tidak berhenti hanya dengan adanya situasi seperti ini.

Dia mulai membuka toko baru, diperbaikinya ruang karyanya dan mulai merancang dan memproduksi lebih banyak lagi koper-koper, tas-tas kotaknya yang khas. Setahun kemudian, orang kaya dan terkenal datang berkelompok kembali dan selama dua puluh tahun ke depan.


Budaya Paris menjadi makin mewah dengan hadirnya karya-karya Louis Vuitton. Ia merancang dan memproduksi karya tas dalam bentuk koper kulit buatan sesuai pesanan dengan ciri khas yang paling indah, mewah dan inovatif. Berawal dari kotak kayu berat hingga tas kulit kecil kini selalu melengkapi toko-toko di Kota Paris.

Anak Louis Vuitton, Georges mengikuti jejaknya dalam bisnis ini. Pada tahun 1886 dipatenkan desain kunci baru, yang masih digunakan sampai sekarang.

Louis Vuitton meninggal pada usia 70 pada tahun 1892. Warisannya, Louis Vuitton Malletier terdiri dari 460 toko dari 50 negara, dan dalam bentuk korporasi Moet Hennessy - Louis Vuitton (LVMH) memiliki lebih dari 2.400 toko di seluruh dunia.

Kini karya Louis Vuitton tetap terjaga di kelasnya, tas, dan akseoris lainnya selalu saja menjadi pusat perhatian publik dalam dunia fashion juga seni. Menjadi karya penting dalam pergelaran-pergelaran dunia seperti pekan mode yang biasa diselenggarakan dua kali dalam setahun di Paris, New York, London, dan Milan.


Berkah kesuksesan Louis Vuitton juga menjadi dorongan untuk para pelaku seni, budaya, dan pegiat sosial. Maka “Louis Vuitton Foundation” yang bertempat di Paris, Perancis berdiri pada tahun 2006, sebagai ruang publik bagi pecinta seni, arsitektur, budaya, buku, jurnalistik, seni pertunjukan, dan museum.

Sumber terkait:
www.wikipedia.org
www.fondationlouisvuitton.fr
www.thegoodlifefrance.com