Laman

19 Maret 2013



Kabut Kota


Lampu jalanan
matamu yang lugu
Selaput sunyi
meliputi kota
Angin diam
tubuh kaku

Mega timur menuju barat
Tangan-tangan tak bernyawa
menyeruak
dari papan iklan
dari tugu-tugu pencakar langit
dari aspal yang mulai memucat
lalu kulihat
tapak-tapak kakimu
menuju landasan

Sebuah pesawat
ia hilang dalam sekejap
Lampunya berkedip
pada halaman satu diariku


Kabut Kota
Deni Irwansyah
Cengkareng, 2004

Kembaliku Padamu

Kembaliku Padamu

Kembaliku padamu
Pada dedaun yang enggan layu

Kembaliku padamu
Pada kasih di awal pagi

Kembaliku padamu
Hanya kepadamu

Deni irwansyah
Nagreg, 6 Juli 2013